Rancangan Undang-Undang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi hingga kini belum juga tuntas. RUU itu masih menggantung dan belum dibahas DPR. Padahal UU sangat dibutuhkan karena akan menjadi dasar hukum terbentuknya Pengadilan Tipikor nantinya.
Pengadilan Tipikor yang ada sekarang berdasarkan UU Pemberantasan Tindak Korupsi akan berakhir masa berlakunya Desember 2009. Karena itu, Komisi Pemberantasan Korupsi mendesak agar pembahasan RUU ini segera bisa dirampungkan. “Diharapkan sebelum Desember 2009 segera terbentuk Pengadilan Tipikor,” ujar Ketua KPK Antasari Azhar, Senin (5/5).
Antasari akan memberi apresiasi kepada siapa pun yang mendorong RUU ini segera dibahas oleh DPR. “KPK memberi apresiasi kepada siapa pun yang mendorong masalah ini diselesaikan lebih cepat dan profesional. Kami yakin banyak di DPR sana yang punya komitmen dengan pemberantasan korupsi,” ujar Antasari
Hanya ada di Indonesia
April 24, 2008
Bus Pariwisata
April 24, 2008
Paxtra Tour
HUnting :021-7429466/081584419233
Seats : 20, 30, 43, 47, 59 AC
Merk : Mercedes Benz
Pelaksanaan UN SMU carut marut
April 24, 2008
Mulai tahun ajaran 2005/2006, pemritah menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) dengan sistem gugur. Artinya bagi siswa yang tidak mampu/lulus ujian, maka siswa dianggap tidak sanggup lulus dan harus mengulang tahun berikutnya. Ini berarti secara tidak langsung pemerintah membengkakkan pengangguran. Menurut pengamat pendidikan, sitem UN seperti ini kurang cocok dilaksanakan di Indonesia. Karena masih banyak sekolah-sekolah yang belum bisa mengikuti sistem ini. Harusnya pemerintah bukan merubah sitemnya tetapi mencari siapa yang mengetahui banyak hal tentang pendidikan Indonesia.
Eka, Atep dan Markus ke Italia
March 16, 2008
Sebagai bentuk apresiasi terhadap perkembangan sepakbola nasional, Telkomsel meluncurkan program baru Quiz Hyperbola dengan tiket utama menonton pertandingan Liga Italia di kota Milan. Pemenang quiz tersebut akan ditemani oleh bintang sepakbola nasional yakni Eka Ramdani, Markus Harison dan Atep.
Brand Manager Telkomsel, Ferdy Febrian menyatakan bahwa program ini merupakan wujud dari komitmen Telkomsel terhadap perkembangan sepakbola nasional. Tidak hanya bagi industrinya saja, tapi juga untuk memanjakan fans sepakbola nasional.
“ Saya sangat berterima kasih kepada Telkomsel yang memberikan kesempatan kepada saya untuk dapat terbang ke Italia. Ini akan jadi pengalaman berharga bagi saya yang juga ingin melihat seperti apa persiapan klub di Italia sebelum pertandingan,” kata Eka Ramdani.
Pernyataan senada dilontarkan oleh rekan satu klub Eka Ramdani di Persib Bandung, Atep. “ Sebuah penghargaan besar bagi saya dipercaya telkomsel mendampingi pemenang program hyperbola quiz ini ke Italia. Kebetulan saya memang sangat ngefans pada klub AC Milan,” tutur Atep.
Untuk mengikuti program ini, pelanggan cukup menekan *465#, pilih Hyper Quiz atau ketik REG GOL kirim ke 3985. Dengan berpartisipasi dalam Hyperbola Quiz, mereka berkesempatan memenangkan Grand Prize berupa 3 paket tur menyaksikan secara langsung pertandingan Liga Italia di Milan, Italia pada bulan Mei 2008 bersama Eka Ramdhani, Atep dan Markus Harison. Selain itu tersedia pula hadiah menarik lainnya, seperti : 3 unit Yamaha Mio dan 30 kostum asli Tim Nasional dan klub terkenal Eropa.
Selama tujuh hari di Italia, mereka tidak hanya akan menonton pertandingan. Akan ada acara mengunjungi beberapa stadion dan tentunya jalan – jalan di tempat wisata Italia.
Pemekaran Kota Banjar
March 16, 2008
JAWA Barat merupakan satu-satunya provinsi di Jawa yang wilayahnya banyak mengalami pemekaran. Pada tahun 2000, wilayah Banten yang terdiri atas Kabupaten Tangerang, Serang, Pandeglang, Lebak, Kota Tangerang, dan Kota Cilegon memisahkan diri menjadi Provinsi Banten. Tiga tahun kemudian, Banjar memisahkan diri dari Kabupaten Ciamis.
SEBENARNYA, kota yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) ini menyandang predikat kota administratif (kotif) sejak tahun 1992. Sekitar tahun 1970- 1990, wilayah di jalur lalu lintas Jabar-Jateng dan kawasan wisata Pangandaran ini berkembang menjadi kota transit. Jalur jalan ke Ciamis bagian selatan dan Jateng bagian barat kondisinya tidak baik sehingga rute transportasi dari Jakarta ke Jabar bagian timur dan dari Jateng ke Jakarta selalu berhenti di Terminal Banjar. Stasiun Kereta Api (KA) Banjar juga merupakan tempat perlintasan jalur KA Jakarta-Kroya dan Bandung-Surabaya. Juga melayani trayek KA Galuh jurusan Banjar-Jakarta.
Selain sebagai kota transit, Banjar juga dikenal sebagai kota perdagangan di wilayah perbatasan. Masyarakat Cisaga, Banjarsari, Lakbok, Pamarican, di Kabupaten Ciamis yang berbatasan dengan Banjar selalu membelanjakan uangnya ke Pasar Banjar. Begitu juga masyarakat Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Faktor aksesibilitas membuat masyarakat di perbatasan belanja ke Banjar.
Sayang, semua kelebihan dan potensi saat menjadi kotif dan menjadi bagian dari Ciamis justru sirna saat Banjar berubah status menjadi kota otonom. Perlahan-lahan gelar sebagai kota transit luntur. Dimulai sekitar tahun 1990-an, saat pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan membuka trayek bus Pangandaran-Bandung dan Pangandaran-Jakarta. Terminal Banjar kemudian mati suri dan hanya sebagai tempat perlintasan. Terminal dengan luas 19.650 meter persegi>res<>res< ini adalah tipe A dan saat ini hanya memberangkatkan sekitar 30 bus setiap hari. Padahal, dulu terminal di Kecamatan Purwaharja ini sanggup memberangkatkan sekitar 350 bus setiap hari.
Tidak hanya itu, stasiun KA juga mengikuti jejak terminal bus. Bulan Februari 2002 PT Kereta Api Indonesia (PT KA) menghentikan operasi KA Galuh. Ditambah, PT Albasi Parahiangan berhenti menggunakan terminal peti kemas dan tidak menggunakan jalur KA untuk pemasaran produksinya. Otomatis stasiun KA menjadi sepi dan hanya sebagai tempat perlintasan KA Eksekutif Lohdaya dan Mutiara Selatan, serta KA Ekonomi Serayu I, Kertajaya Selatan, Pasundan, Serayu III, dan Kahuripan.
Matinya sektor transportasi lambat laun juga berpengaruh pada perdagangan. Saat menjadi tempat transit, orang selalu belanja ke pasar sekadar membeli oleh-oleh. Ditambah lagi saat pertokoan modern mulai dibangun di Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis. Pertokoan ini kemudian menjadi magnet kuat bagi masyarakat perbatasan yang ingin belanja.
Meski tidak mudah menjalankan fungsi kota transit, masih ada beberapa potensi yang bisa dikembangkan, seperti pertanian, kehutanan, dan industri kecil. Juga tidak tertutup kemungkinan memajukan kembali sektor perdagangan.
Sebenarnya perdagangan sangat potensial. Pada tahun 2002 lapangan usaha ini menduduki peringkat pertama kontribusi kegiatan ekonomi. Besarnya Rp 157 miliar. Sayang, belum ada investor besar yang mencoba menanam modal di usaha perdagangan. Selama ini pelaku perdagangan hanya masyarakat lokal. Hal ini yang membuat perdagangan di Banjar kalah oleh daerah sekitarnya.
Rencananya, pemerintah kota bekerja sama dengan swasta akan membangun pertokoan modern dan pasar grosir. Diharapkan segala jenis barang dari berbagai daerah di sekitarnya akan masuk ke Banjar, selanjutnya dipasarkan keluar wilayah. Cita-cita ini akan cepat terwujud jika fungsi Kota Banjar sebagai tempat transit dikembalikan.
Meski sudah menjadi kota, Banjar akan tetap mempertahankan pertanian. Lahan pertanian tersebar di sekeliling pusat kota di Desa Mekarsari dan Banjar, Kecamatan Banjar, serta Desa Hegarsari di Kecamatan Pataruman. Luas lahan pertanian dan perkebunan 58 persen dari keseluruhan luas Kota Banjar. Penduduk yang bermata pencarian sebagai petani sekitar 60 persen. Petani yang menggarap lahan tanaman pangan merupakan bagian terbesar. Namun, pada tahun 2002 pertanian memberi kontribusi Rp 128 miliar, atau 21 persen dari total kegiatan ekonomi
Unggulan pertanian, khususnya tanaman pangan, adalah rambutan dan beras organik. Rambutan sibatulawang dikembangkan di areal 450 hektar. Meski yang berproduksi sekitar 16 persen, rata-rata produksi lima ton per hektar. Beras organik merupakan impian Kota Banjar untuk mengupayakan intensifikasi tanaman padi yang ramah lingkungan. Saat ini padi organik diuji coba pada lahan 250 hektar. Rata-rata produksi per bulan 500 kilogram.
Lambat laun pertanian memang akan tergeser oleh kehadiran perdagangan, jasa, dan industri. Meski demikian, lahan sawah beririgasi teknis di Kecamatan Pataruman, Purwaharja, dan Langensari tetap dipertahankan. Petani juga kelak diberdayakan supaya tak sekadar menanam padi, tetapi juga berdagang hasil pertanian.
Kota kecil yang luasnya 114,31 kilometer persegi ini juga mempunyai hutan. Hutan di Kecamatan Pataruman dan Purwaharja menghasilkan kayu mahoni, jati, dan albasia. Luas areal hutan Banjar 867,62 hektar didominasi hutan albasia. Produksi albasia 9,4 juta meter kubik digunakan sebagai bahan baku PT Albasi Parahiangan.
Industri memang kurang berkembang di Banjar. Tidak ada industri besar yang dapat memicu peningkatan kegiatan ekonomi. Industri menengah tiga buah, di antaranya industri kayu PT Albasi Parahiangan dan industri nata de coco Wong Coco. Kedua industri tersebut menggunakan bahan baku dari lokal. Industri pun hanya mampu memberi sumbangan Rp 85 miliar atau sekitar 14 persen dari total kegiatan ekonomi.
Namun, jangan menganggap industri di Banjar tidak mempunyai kekuatan. Sebanyak 756 industri kecil cukup berpotensi. Industri batu bata merah dan genting menjadi urat nadi penghidupan sebagian masyarakat di Kecamatan Pataruman dan Langensari. Produksi genteng tidak kalah oleh genteng Sokka Kebumen. Juga industri pengolahan kayu. Selama ini industri berbahan baku kayu jati selalu menjadi “tangan kedua” pengolahan kayu.
Membangunkan Daerah yang Tertidur
INGIN membangkitkan kembali denyut kehidupan masyarakat Kota Banjar hingga kembali menjadi seperti pada tahun 1970 sampai awal 1990. Itulah tekad Wali Kota Banjar Herman Sutrisno ketika ditanya mengenai targetnya sebagai pemimpin dari daerah otonom yang berada di ujung tenggara Provinsi Jawa Barat ini.
Misi itu juga yang kemudian mendorong Herman Sutrisno bersama dengan kelompoknya, Forum Peningkatan Status Banjar Menjadi Daerah Otonom, pada tahun 2002 giat memperjuangkan Banjar yang ketika itu masih menjadi kota administratif (kotif) di bawah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis untuk segera berubah menjadi daerah otonom.
“Sebab, semenjak menjadi kotif dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 1991, pamor Banjar sebagai kota jasa, transit, dan perdagangan terus menurun,” keluh Herman.
Dengan penduduk sekitar 154.000 jiwa yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Banjar, Pataruman, Langensari, dan Purwaharja, dahulu Banjar memang dikenal sebagai kota pusat jasa dan perdagangan untuk wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian barat sebelah selatan dan Jawa Barat bagian timur sisi selatan.
Jika ingin membeli sembako, pakaian, dan barang elektronik secara grosir, masyarakat dari Cilacap (Jateng) atau Tasikmalaya dan Ciamis (Jabar) selalu datang ke Banjar.
Akan tetapi, sejak tahun 1990, pamor Banjar mulai meredup dan diambil alih oleh Majenang (Cilacap). Adapun Tasikmalaya juga semakin berkembang sehingga masyarakatnya tidak perlu lagi pergi ke Banjar untuk membeli berbagai kebutuhan.
Pada saat yang bersamaan, citra Banjar sebagai kota transit juga ikut-ikutan turun. Pasalnya, saat itu pemerintah mulai membuka jalur bus Bandung/Jakarta-Pangandaran (Ciamis) sehingga masyarakat Jakarta atau Bandung yang akan berwisata ke Pantai Pangandaran tidak perlu lagi berhenti di Banjar.
Dalam bentuk yang lebih nyata, mulai turunnya pamor Kota Banjar ini semakin terlihat jelas ketika pada Februari 2002 PT Kereta Api (KA) menghentikan operasi KA Galuh yang melayani trayek Jakarta-Banjar. Penghentian operasi ini terpaksa dilakukan karena penumpang KA Galuh terlalu sedikit sehingga secara ekonomi tidak menguntungkan.
Herman Sutrisno menuding pola kebijakan pembangunan Pemerintah Kabupaten Ciamis yang terlalu terkonsentrasi di Kecamatan Banjarsari di selatan Banjar menjadi salah satu sebab turunnya citra Banjar sebagai kota transit, jasa, dan perdagangan pada saat itu.
“Sebab lain, dibukanya jalur bus Pangandaran-Bandung/Jakarta dan intensifnya Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Cilacap mengembangkan daerah masing-masing,” ungkap Herman.
KETIKA akhirnya Herman Sutrisno dan kawan-kawannya berhasil memperjuangkan Kota Banjar menjadi daerah otonom dan bahkan mengantarkan Herman Sutrisno sebagai wali kota pertamanya, sekarang disadari bahwa untuk mengembalikan pamor Kota Banjar sebagai kota jasa, transit, dan perdagangan seperti dahulu bukan merupakan pekerjaan yang mudah.
Kota Tasikmalaya di sisi barat, Majenang di timur, dan Kompleks Pantai Pangandaran di sebelah selatan Banjar, ternyata sudah jauh lebih berkembang dan lebih sulit disaingi.
“Tetapi, apa pun yang terjadi, kami tetap harus mengembalikan pamor Banjar sebagai kota jasa, transit, dan perdagangan. Sebab, hanya itulah yang dapat dilakukan oleh Kota Banjar agar tetap dapat hidup dan berkembang,” kata Herman.
Menurut Herman, Banjar tidak mungkin hidup dari pertanian karena tidak memiliki sawah yang cukup luas. Banjar juga tidak mungkin mengandalkan hidup dari pariwisata karena daerah itu hanya memiliki satu obyek wisata, yaitu Situ Mustika yang belum dapat dikelola secara maksimal.
“Untuk mengembalikan pamor Banjar, saya akan memangkas birokrasi pemerintahan agar lebih efektif dan efisien. Saya juga akan memberi berbagai keringanan, baik dalam bentuk pajak atau perizinan bagi para investor yang akan menanamkan modalnya di Banjar,” jawab Herman ketika ditanya upayanya mengembalikan kejayaan Banjar sebagai kota jasa, transit, dan perdagangan.
Dengan cara seperti itu, lanjut Herman, saat ini ada beberapa investor yang berminat menanamkan modalnya di Banjar. Baik dalam bentuk hotel, pembangunan rest area, atau pertokoan.
“Sekarang hasilnya memang belum terlihat. Hotel berbintang atau pertokoan besar memang belum berdiri di Banjar. Terminal juga belum bertambah ramai,” ungkap Herman.
Menneg PAN: Tahun 2008 Gaji PNS Naik Lagi
March 16, 2008
Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara, Taufiq Effendi menyatakan pada tahun 2008 nanti gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) mungkin naik lagi.JAKARTA : Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara, Taufiq Effendi menyatakan pada tahun 2008 nanti gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) mungkin naik lagi.
“Itu tergantung dengan pemasukan kita. Terbukti dari tahun 2004, tahun 2005, tahun 2006 dan tahun 2007 meningkat dan tahun 2008 Insya Allah meningkat lagi,” katanya di Palembang, Senin. Mengenai berapa persen kenaikan gaji tersebut ia menyatakan, mesti diputuskan dulu oleh DPR.
Menurut dia, pada tahun 2004 gaji PNS yang terendah sebesar Rp 668 ribu di bawah UMR (Upah Minimum Regional). Pada tahun 2006 sudah Rp 1.060.000, dan sekarang ini sudah Rp 1.200.000,- untuk gaji PNS yang paling rendah.
“Tahun depan bakal naik lagi, itu belum cukup. Saya dengan Menteri Keuangan sedang menyusun daftar yang menyeluruh tentang sistem penggajian nasional ini, terus menerus, sementara jumlahnya saya data,” ujarnya.
Ia mengatakan, penyebaran pegawai negeri sipil ini tidak sehat, karena ada satu daerah yang penduduknya hanya 200 ribu, sementara PNS-nya mencapai 20 ribu.
Menneg PAN menambahkan, daerah yang sudah melakukan pelayanan satu atap pada tahun 2005 lalu ada sembilan daerah dan tahun 2006 sebanyak 75 daerah dan tahun 2007 sudah 283 daerah.
Menurut dia, pengangkatan tenaga guru pada tahun 2007 ini diharapkan selesai, sementara pengangkatan tenaga yang lainnya masih berlangsung sampai tahun 2009.
“Penerimaan tahun 2007 ini dimulai pada Agustus dan pengangkatan pada bulan Oktober,” katanya. Ia mengatakan, prosesnya cepat sesuai dengan kebutuhan terutama untuk tenaga pendidik, tenaga kesehatan, sementara untuk tenaga tata usaha sudah begitu banyak.
“Saya yakin betul dan tidak ragu-ragu karena daerah yang tahu sendiri orangnya. Nanti kita meneliti, kalau dia benar tenaga kesehatan, kita harus tahu jelas dia dokter apa atau rumah sakit mana, kalau dia perawat untuk puskesmas dan rumah sakit mana,” ujarnya.
Ia mengatakan, jumlah PNS di Indonesia sebanyak tiga juta enam ratus orang dan dari jumlah itu sebanyak dua jutanya adalah tenaga guru.
Hello world!
March 14, 2008
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
